極真館インドネシア
Pada satu dasawarsa setelah kematian Sosai Oyama, 12 juta anggota International Karate Organization yang dibangunnya mulai terpecah-pecah beberapa kali, menjadi beberapa organisasi yang lebih kecil. Pada tahun 2002, Hatsuo Royama, salah seorang di antara murid pertama Sosai Oyama dari era Oyama Dojo, serta banyak teman dan pengikutnya, memisahkan diri dari organisasi paling besar kelompok pengikut Sosai, KYOKUSHINKAIKAN, dan membuat organisasi baru yang dinamai KYOKUSHIN-KAN.
Hatsuo Royama telah berjuang selama hampir satu dasawarsa untuk mendukung pemimpin muda dari Kyokushinkaikan – adik seperguruannya yang lebih muda 15 tahun darinya – tapi pada akhirnya dia terpaksa untuk menerima kenyataan bahwa organisasi tersebut tidak lagi dipimpin ke arah yang direstui dari gurunya, Sosai Oyama.
Almarhum sang legenda karate, Sosai Oyama, mengatakan sedari dulu bahwa bagian terpenting dari karate Kyokushin adalah BUDO SPIRIT yang meliputi elemen-elemen dari perilaku benar, rasa hormat, jiwa Osu, dan kehendak baik terhadap sesama, dan tentu saja keahlian bertarung.
Sosai Masutatsu Oyama lahir di Korea pada tahun 1923. Perjalanan bela dirinya bermula pada usia sembilan tahun di Manchuria, ketika ia berlatih sistem kempo Tiongkok bernama "Eighteen Hands". Pada usia lima belas tahun ia pindah ke Jepang, dan di sana ia menjadi murid Gichin Funakoshi, dan pada tahun 1941 di usia delapan belas tahun ia sudah menyandang sabuk hitam Dan 2, lalu mencapai Dan 4 sebelum berusia dua puluh satu tahun. Setelah Perang Dunia II, Oyama mendalami Gōjū Ryū di bawah Nei-Chu So, yang mendorongnya untuk sepenuhnya mengabdikan diri pada Budō—jalan bela diri.
Untuk menempa tubuh dan jiwanya, Oyama menjalani latihan menyendiri di pegunungan dalam waktu lama, melalui rutinitas harian berupa penderitaan fisik, meditasi, dan studi. Reputasinya melambung di tahun 1950-an lewat demonstrasi publik, termasuk bertarung melawan banteng dan menjalani lebih dari 270 pertandingan tantangan. Salah satu legendanya adalah Hyakunin Kumite (100-man kumite), di mana ia bertarung 100 ronde kontak penuh berturut-turut selama tiga hari. Oyama mulai mengajar di Tokyo pada tahun 1953 dan secara resmi mendirikan Kyokushinkaikan pada Maret 1964, memadukan unsur Shotokan dan Goju-ryu menjadi aliran karate kontak penuh yang kemudian dikenal sebagai "karate terkuat." Pada awal 1990-an, Kyokushin telah menyebar ke lebih dari 120 negara dengan lebih dari 12 juta praktisi. Sayangnya, pada tahun 1994 di usia tujuh puluh satu tahun, Sosai Masutatsu Oyama wafat akibat kanker paru-paru—satu-satunya pertarungan yang tak bisa ia menangkan.
Sepeninggal Oyama, organisasi raksasa yang ia bangun mulai terpecah. Pada tahun 2002, Shihan Hatsuo Royama—salah satu murid pertama dari era Oyama Dojo—melihat bahwa "jiwa budo" warisan sang guru kian tergeser oleh "jiwa bisnis." Bersama Shihan Hiroshige dan banyak pengikut lain, ia memisahkan diri dari KyokushinKAIKAN dan mendirikan Kyokushin-kan, dengan tujuan mengembalikan Karate Kyokushin pada nilai-nilai luhur Budo Spirit yang dahulu diajarkan Sosai Oyama.
館長
Head Director of Kyokushin-kan International
Kancho Okazaki menekuni bela diri sejak usia 11 tahun melalui Karate Shitō-ryū dan Kendo, lalu bergabung dengan Kyokushinkaikan pada 1974 saat berusia 13 tahun. Ia tumbuh sebagai atlet muda berprestasi—tak terkalahkan di turnamen Kendo SMP, meraih Dan 1 Kendo pada 1975, dan menjadi peserta termuda di turnamen All Japan Kyokushin pada usia 17 tahun. Puncak penempaannya terjadi saat ia menjadi Uchi-Deshi pertama di bawah Shihan Hatsuo Royama mulai Mei 1980, berlatih hingga 8 jam sehari selama 6 tahun sambil menerima bimbingan langsung dari Sosai Masutatsu Oyama serta master legendaris seperti Hideo Nakamura dan Kenichi Sawai.
Setelah menyelesaikan masa Uchi-Deshi pada 1986, ia kembali ke Fukushima dan menyeimbangkan peran sebagai Kepala Cabang Kyokushin dengan profesinya sebagai guru SMP yang juga melatih Kendo dan Judo. Ketahanannya teruji pada 1996 lewat tantangan ekstrem 50-man kumite yang mengantarnya meraih sabuk hitam Dan 5. Ia juga mendalami Kobudo dan teknik senjata, hingga pada 2003 dinobatkan sebagai Soke generasi ke-16 aliran pedang Mugai-Ryū Iai Hyodo, serta sempat dipercaya memimpin Komite Kompetisi Kata di IKO Kyokushinkaikan.
Ketika Hatsuo Royama mendirikan Kyokushin-kan pada 2003, Okazaki langsung ditunjuk sebagai Wakil Kepala Honbu sekaligus Ketua Komite Teknik, menjadi sosok sentral yang menjaga nilai orisinal Budo Karate peninggalan Sosai Oyama. Ia pensiun sebagai guru sekolah menengah pada Maret 2022, dan tak lama berselang—pada 17 April 2022—resmi dilantik menggantikan peran harian Royama sebagai Kancho (Direktur) Kyokushin-kan secara penuh.
世界
Tiga tahun sejak Kyokushin-kan dibentuk, lebih dari 6000 karateka Jepang telah bergabung untuk mendukung visi Kyokushin-kan di 50 cabang yang meliputi banyak dojo yang tersebar di seluruh Jepang. Selain itu, 25 cabang di luar negeri telah resmi didirikan, termasuk Rusia, Afrika Selatan, Korea, Kazakhstan, Amerika Serikat, Indonesia dan lain-lain.